- 6.30 Pagi, Wirosaban Gempa Bantul Yogya

Back


BAU amis darah menyesakkan dada tercium di ruang unit gawat darurat (UGD) RS Sardjito, Yogyakarta. Bahkan bau dan ceceran darah di mana-mana itu memenuhi lorong-lorong ruangan dan berbagai ruangan di rumah sakit itu yang disulap jadi tempat penampungan korban gempa tektonik yang melanda Yogyakarta dan Jawa Tengah, Sabtu (27 Mei 2006). Di lahan parkir RS Sardjito juga terlihat ceceran darah dan bergelantungan botol cairĀ­an infus. Sejumlah korban yang tidak tertampung dalam ruangan terpaksa berada di halaman RS tersebut. Sebagian korban mengerang dan menangis menahan sakit dan pilu. Sedangkan dokter dan paramedis tidak memiliki waktu senggang untuk sejenak saja menghirup udara segar, karena para korban gempa datang secara bergelombang dengan luka patah kaki, robek kulit dan daging, bocor bagian kepala, lebam dan memar di beberapa bagian tubuh. Akibat membeludaknya korban gempa yang butuh penanganan segera, operasi kecil atau melakukan tindakan menjahit bagian luka di kepala dan badan, terpaksa dilakukan di lorong, di halaman parkir, baik sambil jongkok atau berdiri. Tindakan higienis, sudah menjadi urutan lain, yang pasti korban harus segera diselamatkan. Seperti yang dialami bocah dari Plered, Kab. Bantul. Tangisannya sudah tidak lagi mengeluarkan air mata, namun jelas erangan dan tangisan selalu menyertai ketika seorang tenaga medis menjahit luka menganga di kaki kirinya. Sementara sang ibu cuma bisa menangis sambil mendekap anaknya, dan ayahnya mengipasi tubuh putranya itu. Sebagian besar dari mereka masih tidak percaya suara gemuruh di pagi hari itu, adalah gempa tektonik yang membuat mereka terluka. Konsentrasi mereka masih tertuju ke aktivitas Gunung Merapi yang mengeluarkan awan panas besar dua kali pada saat gempa terjadi. Raungan sirene ambulans, gemuruhnya suara baling-baling helikopter, termasuk hilir mudiknya mobil-mobil umum yang membawa korban gempa, seolah berpacu dengan suara erangan para korban gempa yang didominasi kaum tua renta dan anak-anak. Mereka bergeletakan di sepanjang lahan parkir RS Sardjito sampai ke lorong-lorong. Sebagian warga lainnya, memenuhi ruang jenazah yang sampai pukul 15.30 di RS Sardjito tercatat 79 korban gempa meninggal, 14 di antaranya belum dikenal identitasnya. Pemandangan yang sama juga terlihat di sejumlah rumah sakit di Yogyakarta seperti RS PKU Muhammadiyah, RS Panti Rapih, RS Bethesda, RSI Hidayatulah, RSUD Wirosaban, dan banyak rumah sakit kecil lainnya. Korban gempa membeludak sampai di Bantul. Mereka berderet di trotoar dekat RSUD Bantul, trotoar depan RS PKU Muhammadiyah Bantul, beralaskan tikar seraya menunggu perawatan. Banyak bantuan tenaga medis, seperti dari Dinkes Jabar yang mengirim para dokter dan paramedis senior dan dari RS St. Borromeus dan RS Santo Yusup untuk membantu tenaga medis di RS Bethesda. Yang memprihatinkan, suasana di RSUD Senopati Bantul. Kondisi tenaga medis sangat terbatas, persediaan obatan-obatan habis, sementara korban gempa terus berdatangan. Namun yang membuat mereka merasa sedih adalah, korban gempa terpaksa tergeletak tanpa naungan tenda-tenda dan bantuan logistik. Akibatnya, selain kepanasan dan terpapar debu, mereka juga kelaparan dan kehausan. Lebih jauh lagi, rintihan para korban gempa menambah suasana kian mencekam menjelang sore, tanpa penerangan, logistik dan tenda. Pada tahun 1867 di Yogyakarta pernah terjadi gempa bumi yang merobohkan 372 rumah, 5 orang meninggal dunia. Pada Tahun 1943 terjadi lagi, 2800 rumah hancur, 213 orang meninggal, 2096 orang luka. Tahun 1981 gempa di Yogyakarta mengakibatkan dinding Hotel Ambarukmo retak-retak.

Category: People
Uploaded: March 7th, 2007 @ 10:43 pm
Author: wanawotvideo

Length: 05:55
Rating: Whole StarWhole StarWhole StarWhole StarWhole Star
Views: 5,998

Tags: bantul earthquake gempa indonesia jogjakarta yogyakarta

Related Video Links:


» View Video Comments For - 6.30 Pagi, Wirosaban Gempa Bantul Yogya
» View wanawotvideo's Other Uploaded Videos

Video Thumbnails:


Thumbnail #1 Video Thumbnail #1:

Thumbnail #2 Video Thumbnail #2:

Thumbnail #3 Video Thumbnail #3:



Video Embedding Code:


Video Url:


Embed Code:

* Embed this video on your website, social bookmark, myspace, or blog.